RSS

Pembangunan Mall dan Hotel di Purwokerto

12 Okt

Kabupaten Banyumas sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, jasa, pendidikan, pemukiman, dan pariwisata mengalami perkembangan yang pesat dan bersifat kompetitif melalui program investasi. Dalam perkembangan bisnis ekonomi di Indonesia khususnya di wilayah Kabupaten Banyumas telah menunjukkan indikasi pertumbuhan yang pesat.

Pesatnya Pertumbuhan Pembangunan Pusat perbelanjaan di Kabupaten Banyumas memberikan dampak tersendiri bagi masyarakat banyumas khususnya, baik yang bersifat negatif maupun positif. 

semakin menjamurnya pusat-pusat perbelanjaan dan hotel dipurwokerto seperti Rita Isola, Rita Kebon Dalem, Moro, Sri Ratu, dan Matahari. Pusat perbelanjaan yang ada tersebut belum didukung dengan fasilitas yang menunjang kegiatan hiburan dan pariwisata yang terpadu. Selain pusat perbelanjaan, di Kota Purwokerto saat ini sektor pariwisata tumbuh begitu pesat. Hal tersebut ditandai dengan hadirnya sejumlah hotel baik berbintang maupun tidak. Keberadaan hotel di Kota Purwokerto menunjang kondisi kota ini sebagai kota tujuan wisata dan kota jasa. Daerah tujuan wisata di sekitar daerah ini antara lain adalah Baturraden, Dreamland, dan Batur Agung di sekitar Baturraden yang menawarkan kegiatan arung jeram. Beberapa obyek wisata di daerah sekitarnya seperti Waterboom Owabong di Kabupaten Purbalingga juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wiasatawan nusantara. Melihat tingginya animo masyarakat untuk hadir di Kota Purwokerto atau Kabupaten Banyumas, menjadi daya tarik investor untuk ikut berpartisipasi mengembangkan sektor pariwisata melalui penyediaan fasilitas penginapan atau hotel.

Ekonomi merupakan pilar dari pertumbuhan suatu daerah. Kabupaten Banyumas merupakan Kabupaten yang terletak diantara beberapa Kabupaten seperti Cilacap disebelah selatan, Purbalingga di sebelah Timur dan Banjarnegara di sebelah Utara. Lokasi yang strategis merupakan daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk berusaha dan melakukan kegiatan ekonomi.

Kehadiran pusat perbelanjaan dan hotel tidak terlalu signifikan memberikan dampak terhadap ketahanan dan keberlangsungan pasar tradisional terhadap dua indicator utama kinerja usaha yaitu keuntungan dan omzet, dengan kata lain, kondisi pasar persaingan yang dihadapi oleh para pedagang di pasar tradisional membuat mereka cenderung  untuk mengurangi biaya operasional, termasuk biaya pegawai untuk mempertahankan kelangsungan usaha.

Pertumbuhan ekonomi suatu daerah tidak terlepas dari adanya pasar tradisional dan pasar modern yang berjalan beriringan. Keterlibatan pemerintah dalam mengatur persaingan bisnis antara pasar tradisional dan pasar modern agar tidak terjadi persaingan yang tidak sehat. Sebagai solusi bersama terhadap masalah ini adalah dengan melibatkan UMKM yang berbasis pada penggiat ekonomi menengah kebawah dalam kerjasama dengan penggiat pasar modern dengan prinsip kemitraan.

 
 

Tag: , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: