RSS

Pemanfaatan teknologi informasi di bidang kesehatan

12 Mei

PENDAHULUAN
Pemanfaatan teknologi  informasi di bidang kesehatan seperti penyampaian hasil laboratorium secara online maupun lewat Short Message Service (SMS) dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih efisien dan efektif kepada masyarakat.
Sistem informasi hasil laboratorium online yang dapat dengan mudah diakses lewat website maupun SMS. Pasien dari rumah tidak harus datang kembali ke laboratorium untuk mengambil hasil pemeriksaan. Hal ini  tentunya akan lebih efisien dari segi waktu, dan memberikan pelayanan yang maksimal kepada pasien.
Blaya et al, (2007) dalam penelitiannya melaporkan bahwa sistem informasi laboratorium berbasis web yang telah dirancang dan diimplementasikan di Peru dapat meningkatkan ketepatan waktu, kualitas data laboratorium dan perawatan pasien sehingga lebih efisien dalam pemantauan dan pelaporan laboratorium1. Ada lima peran penting sistem informasi dalam suatu organisasi yaitu efisiensi, efektivitas, komunikasi, kolaborasi, kompetitif 2.
Hi-Lab Diagnostic Center Yogyakarta yang selanjutnya disebut dengan Hi-Lab  telah menerapkan sistem informasi hasil laboratorium online  dan SMS.  Data hasil laboratorium dapat tersimpan selama 5 tahun dalam server, sehingga dapat diakses kapan saja, di mana saja.
Sarana pemeriksaan yang tersedia di HI Lab meliputi laboratorium klinik, digital x-ray, digital mammography, digital cephalometric, digital spirometry, digital audiometry, USG jantung, USG 4 dimensi, treadmill, EKG, EEG-Patologi Anatomi, mikrobiologi, biomolecular center.
Evaluasi sistem informasi untuk menilai sejauh mana sistem tersebut diterima oleh pengguna. Strategi evaluasi yang baik selain dari aspek teknik juga aspek organisasi untuk dapat memahami bagaimana sebaiknya sistem tersebut berfungsi.3 Hal tersebut di atas mendorong penulis untuk melakukan evaluasi akseptansi dan kepuasan pengguna sistem informasi hasil laboratorium online di Hi-Lab Diagnostic Center Yogyakarta  untuk  mengetahui bagaimana sistem berjalan, dilihat dari aspek kemudahan (ease of use), kemanfaatan (usefulness), akseptansi pengguna (user acceptance) dan  kepuasan pengguna  terhadap  sistem informasi hasil laboratorium online dan SMS  (user satisfaction).
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan rancangan deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Hi-Lab Diagnostic Centre Yogyakarta Subjek dalam penelitian ini adalah pengguna sistem informasi hasil laboratorium online yang terdiri atas pelanggan/pasien, operator dan manajer, dengan jumlah responden sebanyak 24 orang.
Instrumen dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam menggunakan pertanyaan terbuka dengan mengeksplorasi persepsi responden terhadap kemudahan, manfaat, akseptansi dan kepuasan terhadap sistem informasi hasil laboratorium online dan SMS untuk memperoleh sejumlah deskripsi dari apa yang sedang  terjadi selama penelitian4. Validitas data dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan metode triangulasi sumber yaitu membandingkan yang dikatakan oleh responden satu dengan responden lainnya dan  triangulasi metode yaitu membandingkan data wawancara mendalam dengan data observasi dan telaah dokumen sistem informasi hasil laboratorium online dan SMS di Hi-Lab Diagnostic Center Yogyakarta.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Laboratorium Hi-Lab Diagnostic Center Yogyakarta telah menerapkan sistem informasi hasil laboratorium online  dan SMS. Sistem informasi hasil laboratorium online di Hi-Lab Diagnostic Center Yogyakarta dibangun dengan operasi sistem di server pusat menggunakan Windows server 2003, platform sistem informasi Hi-Lab menggunakan bahasa pemrograman dot net dengan database oracle.  Sedangkan spesifikasi server  pusat adalah Intel Xeon quadcore, RAM (Random Access Memory) 6 GB, Hardisk 1 TB. Server client yang ada mempunyai spesifikasi Intel Xeon quadcore, RAM 4 GB, Hardisk   1 TB, menggunakan Gigabyte LAN (Local Area Network). Komputer client rata-rata dengan spesifikasi processesor intel dualcore dan core2duo, hardisk 80 GB, RAM 1 GB.  Hi-lab berupaya meningkatkan kecepatan akses webnya dengan menggunakan virtual private network.
Hasil pemeriksaan laboratorium yang telah divalidasi akan dikirim melalui SMS secara otomatis dan dikirim ke website Hi-Lab. Berikut alur sistem informasi hasil laboratorium online dan SMS.

Gambar 1. Alur sistem informasi hasil laboratorium online  dan SMS
Dimulai dari pasien  datang ke Hi-Lab Diagnostic Center Yogyakarta  menemui Customer Relation Officer. Setelah pasien menentukan tes yang akan dijalani, pasien dapat mendaftarkan diri dan akan mendapatkan ID card dari  Hi-Lab Diagnostic Center, pasien dapat mendaftarkan tes yang akan dijalani , selanjutnya CRO menginput nama dokter dan tes yang akan dijalani ke dalam sistem kemudian pasien akan mendapatkan  kuitansi pembayaran dan panduan pembacaan hasil via SMS.
Prosedur pemeriksaan pasien dimulai dari pengambilan sampel darah, kemudian sampel darah dianalisis. Hasil analisis sampel kemudian divalidasi di komputer oleh dokter spesialis patologi klinik. Hasil pemeriksaan laboratorium terdiri dari dua, hardcopy  dan softcopy. Setelah pemeriksaan selesai, hasil yang berupa hardcopy diserahkan ke costumer service dan yang berupa softcopy ditampilkan di website dan melalui SMS
Proses komputerisasi akan sangat memudahkan dibandingkan dengan cara manual. Alat manual atau cara-cara lama dalam proses penyampaian hasil laboratorium harus dengan menulis di buku-buku atau kertas lembaran terlebih dahulu kemudian direkap di dalam buku rekapan dan diketik sebelum akhirnya disampaikan kepada pasien. Menggunakan cara manual lebih lambat dan cenderung menimbulkan kesalahan lebih tinggi seperti kesalahan entry data oleh petugas (human error). Laboratorium berbasis web dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan yang minim akan sumber daya manusia, menjangkau daerah yang lebih luas, transportasi yang terbatas, menyediakan informasi lebih cepat dan pelaporan yang lengkap1.
Hasil pemeriksaan laboratorium pada prinsipnya semua dapat dicitrakan atau ditampilkan di website, tapi yang berupa citra  gambar tidak ditampilkan kecuali ada permintaan pasien untuk dikirim. Setiap gambar yang dikirim lewat website  membutuhkan file yang cukup besar, untuk itu permintaan gambar akan dikirim melalui e-mail, jadi tidak ditampilkan pada web oleh karena dapat menyebabkan memori cepat penuh dan memperlambat pengiriman. Untuk dapat melihat tampilan hasil lebih lengkapnya daripada SMS, pasien dapat mengakses situs http://www.hi-lab.co.id.
Data kesehatan pasien akan tersimpan selama lima tahun di server, sehingga akan memperkecil risiko kehilangan rekam medis pasien. Pihak Hi-Lab tetap menyediakan hasil pemeriksaan dalam bentuk hard copy atau laporan pemeriksaan dalam bentuk fisik/kertas (print out), karena ada juga pasien yang lebih suka menyimpan hard copy walaupun sudah menerima hasil melalui SMS atau online disebabkan adanya kekhawatiran bila sistem ini mendapat gangguan dan tidak dapat mengirim hasil pemeriksaan dengan cepat, sehingga hard copy hasil pemeriksaan masih dibutuhkan.
1.    Kemudahan penggunaan (ease of use) sistem informasi hasil laboratorium online dan SMS
Penggunaan sistem informasi hasil laboratorium online dan SMS pada umumnya mudah. Pasien dapat dengan mudah membaca dan mengetahui hasil pemeriksaan yang telah dilakukan dengan menggunakan telepon seluler.
Sistem informasi hasil laboratorium online  dan SMS mudah dipelajari dan mudah digunakan karena sudah didukung dengan berbagai peralatan dan teknologi yang canggih sehingga data yang dihasilkan akurat. Pada  laboratorium yang menyediakan informasi online dapat diakses oleh dokter dan pasien sehingga memudahkan serta efektif bagi pasien6.
Sistem informasi hasil laboratorium online  dan SMS dapat mempercepat mendapatkan hasil pemeriksaan. Sistem informasi hasil laboratorium online  yang dibangun berbasis web mempunyai banyak manfaat bagi pengguna baik itu pasien, operator maupun manajer, sistem ini juga memberi kemudahan bagi klinisi  sebagai pengguna  untuk mengakses sistem tersebut7.
2.    Manfaat (usefulness) sistem bagi pengguna sistem informasi hasil laboratorium online dan SMS.
Sistem informasi hasil laboratorium online  dan SMS bermanfaat bagi pengguna. Indikator kemanfaatan terlihat dari    hardcopy  hasil pemeriksaan laboratorium yang tidak diambil oleh pasien karena telah mendapatkan hasil pemeriksaan melalui SMS. Bagi dokter maupun tenaga medis sistem informasi hasil laboratorium online memberikan manfaat kemudahan untuk secara cepat menegakkan diagnosa dan mengambil tindakan dengan segera. Manfaat lain seperti hasil laboratorium terkirim secara otomatis melalui SMS setelah proses hasil tes pemeriksaan selesai. Pada bagian radiologi bermanfaat untuk mentransfer gambar, sementara video pemeriksaan dengan USG (ultrasonography) tidak dapat ditampilkan pada website. Sistem  informasi hasil laboratorium online dan SMS perlu ditingkatkan dan dikembangkan lagi untuk kemudahan pasien.
Sistem informasi hasil laboratorium online dapat pula digunakan untuk melihat kembali riwayat pemeriksaan pasien sebelumnya.  Pasien dapat membandingkan hasil pemeriksaan yang sekarang dengan pemeriksaan sebelumnya sehingga dapat mengetahui perjalanan penyakit pasien lebih baik atau lebih buruk, sehingga dapat membantu memperkecil resiko dan mencegah semakin memburuknya penyakit.
3.    Akseptansi pengguna (user acceptance) terhadap sistem informasi hasil laboratorium online dan SMS.
Keunggulan sistem informasi hasil laboratorium online dan SMS yaitu pasien dapat menunggu hasil pemeriksaan di mana saja. Hasil pemeriksaan akan dikirim langsung ke pasien dan dokter melalui SMS dan website sehingga dokter dapat langsung membaca hasilnya dan melakukan tindakan dengan segera ke pasien.
Keberadaan sistem informasi hasil laboratorium online  dan SMS bagi pelanggan sangat membantu dan mempermudah mengetahui hasil pemeriksaan dengan cepat melalui SMS  atau internet.  Pasien tidak harus datang ke laboratorium kembali untuk mengambil hasilnya sehingga lebih praktis dari segi waktu terutama untuk pasien yang tempat tinggalnya jauh dari laboratorium maupun bagi pasien dengan aktifitas dan mobilitas tinggi. Salah satu kunci awal keberhasilan implementasi teknologi informasi dan komunikasi adalah kemauan untuk menerima teknologi tersebut bagi pengguna8.  Pendekatan untuk memahami sikap penguna terhadap teknologi dapat dilakukan yaitu dengan Technology Acceptance Model.  TAM mendefinisikan dua hal yang mempengaruhi penerimaan pengguna terhadap teknologi yaitu persepsi pengguna terhadap manfaat dari teknologi dan kemudahan dalam menggunakan teknologi. Persepsi pengguna terhadap manfaat teknologi dapat diukur dari beberapa faktor yaitu penggunaan teknologi dapat meningkatkan produktivitas pengguna, penggunaan teknologi dapat meningkatkan kinerja pengguna dan penggunaan teknologi dapat meningkatkan efisiensi proses yang dilakukan pengguna. Persepsi pengguna terhadap kemudahan menggunakan sistem dapat diukur dari beberapa faktor yaitu penggunaan sistem tidaklah menyulitkan, pengguna merasa yakin bahwa mudah untuk mengerjakan apa yang diperlukan dengan sistem yang tersedia dan pengguna merasa yakin bahwa belajar menggunakan teknologi tidaklah memerlukan usaha yang keras9.
4.    Kepuasan pengguna (user satisfaction) terhadap sistem informasi hasil laboratorium online dan SMS.
Penggunaan sistem informasi dapat meningkatkan kinerja pengguna sehingga pada akhirnya memberikan kepuasan bagi penggunanya10. Menurut beberapa operator sudah merasa puas dengan sistem informasi hasil laboratorium online dan SMS karena mempercepat dan mempermudah pekerjaan dalam penyampaian hasil pemeriksaan laboratorium. Kepuasan pelanggan terhadap pelayanan kesehatan yang diterimanya merupakan ukuran hasil yang sesungguhnya dari suatu pelayanan kesehatan11. Pengguna merasa puas karena tidak harus menunggu lama hasil pemeriksaan, dan dapat langsung berkonsultasi dengan dokter. Kepuasan pengguna adalah keseluruhan evaluasi dari pengalaman pengguna selama menggunakan sistem informasi dan dampak potensial yang dihasilkan yang berhubungan dengan persepsi kemanfaatan dan sikap pengguna terhadap sistem12. Kepuasan sebagai keseluruhan evaluasi afektif pengguna yang berkenaan dengan pengalamannya menggunakan sistem informasi13. Seseorang akan puas menggunakan sistem jika mereka meyakini bahwa sistem tersebut mudah digunakan dan akan meningkatkan produktifitas mereka, yang tercermin dari kondisi nyata penggunaan14.
Walaupun sebagian besar responden merasa puas terhadap sistem informasi hasil laboratorium online dan SMS, namun masih ada beberapa responden yang masih belum merasa puas terhadap sistem ini. Masih ada sebagian pasien kurang begitu mengerti cara membaca hasil pemeriksaan laboratorium melalui SMS disebabkan karena  pada SMS penyampaian hasil laboratorium menggunakan singkatan kedokteran dan tidak ada penjelasannya lebih lanjut. Menurut  pihak   Hi-Lab penggunaan SMS yang masih disingkat, karena Hi-lab masih memakai format yang 160 karakter. Hal ini karena Hi-lab mengantisipasi bagi pengguna yang masih menggunakan telepon seluler  dengan fitur yang sederhana. Pada saat penelitian ini dilakukan Hi-lab sedang dalam taraf uji coba dengan menggunakan long SMS.
Pada tabel 1 dibawah ini dapat dilihat akseptansi dan kepuasan pengguna sistem informasi hasil laboratorium online dan SMS di Hi-Lab Diagnostic Center Yogyakarta menurut responden.

Pengguna    Jumlah    Kemudahan    Manfaat    Akseptansi    Kepuasan
        x            x            x            x
Pasien    9    9    0    9    0    9    0    7    2
Tenaga Medis    6    6    0    6    0    6    0    6    0
Operator    8    8    0    8    0    8    0    7    1
Manajer    1    1    0    1    0    1    0    0    1
Jumlah    24    24    0    24    0    24    0    20    4

Tabel 1. Akseptansi dan Kepuasan Pengguna Sistem Informasi Hasil Laboratorium Online dan SMS di Hi-Lab Diagnostic Center Yogyakarta

Dari tabel 1 diatas dapat dilihat bahwa sebagian besar responden sudah sudah merasa puas dengan sistem informasi hasil laboratorium online dan SMS dilihat dari segi kemudahan, manfaat dan akseptansi. Hanya sebagian kecil responden yang mengatakan belum puas oleh sebab itu perlu dilakukan perbaikan agar sistem informasi hasil laboratorium online dapat lebih baik.
5.    Kendala terhadap sistem informasi hasil laboratorium online dan SMS.
Kendala yang dihadapi operator dalam menjalankan sistem hasil laboratorium online  dan SMS adalah ketika ada gangguan sistem atau gangguan jaringan dalam penerimaan SMS.  Kendala yang lainnya, bila pasien mempunyai lebih dari 1 nomor handphone karena terkadang nomor yang diberikan ada yang tidak aktif sehingga hasil tidak langsung diperoleh pasien. Sistem informasi hasil laboratorium online berupa website masih belum terbiasa bagi beberapa kalangan tertentu. Hi-Lab juga melakukan kerjasama dengan rumah sakit atau instansi lain untuk melakukan pemeriksaan, kendalanya pihak rumah sakit atau instansi tersebut memberikan data pasien yang tidak terlalu lengkap hanya menyertakan nama dan umur, padahal tanggal lahir sangat penting diketahui  membuka hasil pemeriksaan laboratorium melalui  website.
Kendala sistem informasi hasil laboratorium online  dan SMS pada umumnya tidak ada, tapi yang mengganggu adalah dari penyedia layana  SMS, sehingga hasil yang dikirim seharusnya cepat menjadi  lama menyebabkan harus menunggu. Masih ada pengguna yang belum memahami cara membaca hasil pemeriksaan yang dikirim karena menggunakan singkatan kedokteran. Penggunaan sistem informasi hasil laboratorium online dan SMS, untuk penggunaan SMS sudah sesuai dengan harapan karena lebih mudah dan semua orang sudah terbiasa menggunakannya, tapi untuk online  website belum sesuai dengan harapan, karena tidak semua orang terbiasa  dengan hal tersebut khususnya bagi usia lanjut. Sistem ini masih perlu ada pengembangan lebih lanjut untuk memudahkan pekerjaan operator dan untuk lebih memudahkan pasien memahami pembacaan hasil laboratorium via SMS.
Upaya untuk meningkatkan kemudahan dalam menggunakan sistem informasi hasil laboratorium online dan SMS  perlu penambahan fitur-fitur dan desain yang lebih menarik, SMS mudah dibaca dan dimengerti oleh pasien. Pengembangan dalam sistem informasi hasil laboratorium online dan SMS di Hi-Lab sedang dalam proses mencari tenaga ahli yang nantinya akan mengelola situs jejaring sosial seperti facebook, twitter, dan yahoo massenger. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan terhadap layanan kesehatan di    Hi-Lab Diagnostic Center Yogyakarta.
KESIMPULAN
1.    Sistem informasi hasil laboratorium online  dan SMS mudah untuk dipelajari dan mudah digunakan karena hampir setiap orang mempunyai telepon seluler.
2.    Manfaat sistem informasi hasil laboratorium online  dan SMS sangat membantu karena pasien tidak perlu datang kembali untuk mengambil hasil pemeriksaan.
3.    Akseptansi pengguna terhadap sistem informasi hasil laboratorium online dan SMS relatif cepat mengetahui hasil pemeriksaan, mempermudah dan mempercepat pekerjaan dalam  menyampaikan hasil pemeriksaan.
4.    Sebagian besar responden sudah merasa puas karena tidak harus menunggu lama dalam menerima hasil pemeriksaan dan mempercepat pekerjaan operator, sementara masih ada responden yang menginginkan inovasi dan peningkatan kualitas sistem yang lebih baik.
5.    Kendala terhadap sistem informasi hasil laboratorium online dan SMS yaitu masih adanya gangguan jaringan pada provider yang mengakibatkan sistem informasi hasil laboratorium online terganggu dalam penyampaian SMS maupun pengiriman hasil pemeriksaan laboratorium melalui website.  Bahasa  SMS yang kurang dipahami karena menggunakan singkatan kedokteran , maupun data pasien yang dikirim  tidak terlalu lengkap oleh rumah sakit  atau instansi lain.
DAFTAR PUSTAKA
1.    Blaya, J.A, Shin.S.S., Yagui M.J.A., Yale.G., Suarez.C.Z., Asencios L.L., Cegielski J.P., & Fraser H.S.F (2007) A web-based laboratory information system to improve quality of care of tuberculosis patients in Peru: functional requirements, implementation and usage statistics. Biomedical Informatics and Making. available from: http://www.biomedcentral.com/1472-6947/7/33 [accessed 24 April 2010]

2.    Jogiyanto,  H. M. (2009)  Sistem Teknologi Informasi. Penerbit Andi.
Yogyakarta.

3.    Anderson,  J.G.,  Aydin, C. E. & Jay, S. J. eds. (1994) Evaluating     Health Care Information Systems: Methods and Applications. Thousand Oaks:  Sage Publications.

4.    Kaplan,  B. & Maxwell, J. A.  (1994) Qualitative Research Methods for Evaluating  Computer  Information  Systems.  In:  Anderson  J.G., Aydin C. E.,  Jay  S.  J.  eds.  Evaluating  Health  Care  Information Systems: Methods and Applications. Thousand Oaks: Sage, pp. 45-68.
5.    Moleong L. J. (2005) Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Remaja Karya Rasda, Bandung.

6.    Blechner, Michael., Kish, Joshua., Chadaga, Vivek., & Dighe, Anand S. (2006),  Analysis of Search in an Online Clinical Laboratory Manual, Am J Clin Pathol ;126:208-214, American Society for Clinical Pathology.

7.    Kusumadewi S.,(2009) Sistem Penentu Derajat Etiologi Hasil Pemeriksaan Laboratorium Klinis Menggunakan Logika Fuzzy Berbasis dan SMS, Yogjakarta.

8.    Wijaya W.S, (2006) Kajian Teoritis Technology Acceptance Model Sebagai Model Pendekatan Untuk  Menentukan Strategi Mendorong Kemauan Pengguna dalam Menggunakan  Teknologi Informasi dan Komunikasi. Universitas Sanata Dharm

9.    Davis, F. D., (1989) Measurement Scales for Perceived Usefulness and Perceived Ease of Use, http://wings.buffalo/davis.html [accessed 10 Maret 2011]

10.    Laerum H., Karlsen T. H. & Faxvaag A. (2004) Use of attitudes to a hospital information system by medical secretaries, nurses and physicians deprived of the paper-based medical record: a case report. BMC Medical Informatics and Decision Making,4:18

11.    Kurniawan, H., (2001) Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan di Rumah Sakit Husada Jakarta. Tesis Program Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

12.    Yusof, M.M.,Paul R.J., & Stergioulas, L.K., (2006) Journal : Towards a Framework for Health Information System Evaluation, School of Information system, Computing and Mathematics, Brunel University, Uxbridge Middlesex,UB8 3 PH,UK.

13.    Chin W.W & Lee M.K.O. (2004) A Proposed Model and Measurement Instrument for The Formation of IS Satisfaction: The Case of End-User Computing Satisfaction In: Orlikowski W.Jed. Proceeding of the Twenty-First International Conference on Information System Desember 10-13, 2000, Brisbane Australia, pp. 553-563.

14.    Tangke, Natalia, 2004, “Analisa Penerimaan Penerapan TABK dengan Menggunakan TAM pada BPK-RI”, http://puslit.petra.ac.id accessed 10 Maret 2011]

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 12, 2011 in BERBAGI, KESEHATAN

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: