RSS

STUDI PERBANDINGAN TENTANG HUBUNGAN HIBAH DENGAN WARIS MENURUT KOMPILASI HUKUM ISLAM DAN KITAB UNDANG – UNDANG HUKUM PERDATA

20 Apr

STUDI PERBANDINGAN TENTANG HUBUNGAN HIBAH DENGAN WARIS MENURUT KOMPILASI HUKUM ISLAM DAN KITAB UNDANG – UNDANG HUKUM PERDATA

Tujuan yang igin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah perbandingan tentang hubungan Hibah dengan Waris menurut Kompilasi Hukum Islam dan Kitab Undang-undang Hukum Perdata dan konsep kewarisan di Indonesia. Penyusunan ini menggunakan metode yuridis normatif untuk meneliti persoalan-persoalan hukum yang terkait dengan perbandingan tentang hibah dengan waris menurut Kompilasi Hukum Islam dan Kitab Undang-undang Hukum Perdata, yang biasa disebut penelitian kepustakaan. Dari hasil ini dapat diketahui bahwa pertama, hibah dari orang tua kepada anaknya dapat diperhitungkan , ini dapat dilihat di dalam Pasal 211 Kompilasi Hukum Islam dan sebagian besar prinsip-prinsip kewarisan sudah dapat diambil dari sumberr Hukum Islam, yaitu Al-Qur’an dan Sunnah Rasul. Ijtihad sebagai sumber ketiga dari hukum kewarisan telah banyak dilakukan para mujtahid. Kata-kata kunci : Hibah dan Waris sama-sama diperhitungkan.

DAFTAR ISI

BAB I  Pendahuluan

1.1.  Latar Belakang  ……………………………………………………  1

1.2.  Rumusan Masalah  ……………………………………………………11

1.3.  Tinjauan Penelitian ……………………………………………………11

1.4.  Manfaat Penelitian  ……………………………………………………11

1.5.  Sistematika Penulisan  ……………………………………………12

BAB II  Tinjauan Pustaka

2.1.   Hibah menurut Hukum Islam  ……………………………………14

       2.1.1. Pengertian Hibah  ……………………………………………14

   2.1.2. Dasar Hibah  ……………………………………………………14

               2.1.3. Rukun Hibah ……………………………………………………15

   2.1.4. Syarat Hibah ……………………………………………………17

2.2.   Hibah Menurut Kitab Undang-undang Hukum Perdata  ……………18

       2.2.1. Pengertian HIbah  ……………………………………………20

   2.2.2. Dasar Hibah  ……………………………………………………22

   2.2.3. Kecakapan untuk memberi dan menerima Hibah  …………….23

   2.2.4. Cara Menghibahkan sesuatu ……………………………………24

2.3.   Hukum Waris menurut Hukum Islam  ……………………………25

       2.3.1. Pengertian Waris  ……………………………………………25

   2.3.2. Prinsip-prinsip Hukum Kewarisan Islam  ……………………25

         2.3.3. Rukun Waris ……………………………………………………28

   2.3.4. Sebab-sebab Kewarisan  ……………………………………29

   2.3.5. Syarat-syarat Kewarisan  ……………………………………30

   2.3.6. Penghalang Mewaris ……………………………………………31

   2.3.7. Ahli Waris dan Bagiannya  ……………………………………35

2.4.   Hukum Waris menurut Kitab Undang-undang Hukum Perdata  ……40

2.4.1. Pengertian Hukum Waris  ……………………………………40

2.4.2. Dasar Hukum Waris  ……………………………………………42

2.4.3. Ahli Waris dan bagiannya  ……………………………………43

2.4.4. Ahli Waris yang Tidak Patut Menerima Warisan  ……………50

BAB III  Metode Penelitian

3.1.   Metode Pendekatan ……………………………………………………52

3.2.   Spesifikasi Penelitian  ……………………………………………53

3.3.   Jenis dan Sumber Data  ……………………………………………54

3.4.   Teknik Pengumpulan Data  ……………………………………………55

3.5.   Metode Analisis Data   ……………………………………………56

BAB IV  Hasil Penelitian dan Pembahasan

4.1.   Hubungan Hibah dengan Waris menurut Kitab Undang-undang Hukum Perdata ………57

4.1.1.  Hubungan Hibah dengan Waris menurut Kompilasi Hukum Islam   ……………57

4.1.2.  Secara Karakteristik Hibah dapat Diperhitungkan sebagai Warisan  ……………60

4.1.3.  Hubungan Hibah dengan Waris menurut  Kompilasi Kitab Undang-undang Hukum Perdata ……………63

4.1.4.  Ahli Waris yang Terkena Inbreng ..…………66

4.1.5.   Ketentuan Besarnya Inbren……………69

4.2. Konsep Kewarisan menurut Kompilasi Hukum Islam dan Kitab Undang-undang Hukum Perdata  ……….71

4.2.1 Konsep Kewarisan menurut Kompilasi Hukum Islam………71

4.2.2. Konsep Kewarisan menurut Kompilasi Kitab Undang-undang Hukum Perdata………80

BAB V  Penutup

 Kesimpulan  ……………………………………………………………87

 Saran-saran  ……………………………………………………………89

DAFTAR PUSTAKA  ……………………………………………………………90 BAB I

PENDAHULUAN

1.1.  LATAR BELAKANG

Di lihat dari letak geografis kepulauan Indonesia yang strategis antara dua benua dan lautan yang sangat luas, maka penyebaran agama-agama yang dibawa oleh pendatang terjadi secara menyeluruh dan berkembang. Tetapi heterogenitas kehidupan masyarakat mengakibatkan juga terjadinya suasana heterogen dalam kehidupan umat beragama. Agama Islam, misalnya sebagai salah satu agama yang paling banyak pemeluknya di Indonesia terlihat keheterogenannya dalam melaksanakan kemurnian dari peraturan-peraturannya.

Dalam situasi sosial yang terjadi di dalam masyarakat, hendaknya dapat dipahami, karena pandangan hidup  Pancasila tidak mengharuskan untuk menegakkan negara Islam. Karena itu, dalam perkembangan Agama Islam tidak mungkin hukum agama positif akan bercorak unifikasi di dalam masyarakat Indonesia. Demikian juga dengan perkembangan agama-agama lainnya yang dipeluk oleh sebagian masyarakat Indonesia. Hanya saja, dengan adanya heterogenitas dalam kehidupan beragama itu mengandung suatu pertanyaan, khususnya bagi Hukum Islam dalam kehidupan masyarakat Indonesia terutama dalam kedudukan dan pelaksanaan aturan hukumnya. Kalau ada suatu pertanyaan yang menyangkut tentang kedudukan dan pelaksanaan aturan-aturan Hukum Islam di dalam kehidupan masyarakat Indonesia menunjukkan, bahwa pertanyaan itu akan menimbulkan jawaban yang luas. Sebab selain dapat dilihat kekhususannya dalam kegiatan politik Indonesia, juga secara umum terdapat pandangan masyarakat dunia pengetahuan untuk mempelajari Hukum Islam yang selalu berkembang. Karena itu perlu diketahui lebih dahulu kegiatan politik negara dalam memperhatikan Hukum Islam, kemudian perhatian dunia pengetahuan terhadap perkembangan Hukum Islam yang perlu dipelajari.1

 Dalam membicarakan Hukum Islam di Indonesia, maka pusat perhatian akan ditujukan kepada kedudukan Hukum Islam di Indonesia. Hukum Islam sebagai tatanan hukum yang ditaati oleh mayoritas masyarakat Indonesia adalah hukum yang telah hidup di dalam masyarakat, merupakan sebagian dari ajaran dan keyakinan Islam dan ada dalam kehidupan hukum dan merupakan bahan dan pembinaan Hukum Nasional.  Hukum Islam memiliki suatu sistem yang dapat menimbulkan dorongan untuk dipelajari oleh para cendikiawan hukum di seluruh dunia. Karena dari sistem Hukum Islam itu terlihat perkembangannya yang sangat pesatdibandingkan dengan sistem-sistem hukum lainnya. Pengertian yang berkenaan dengan wujud dan fungsi ini juga identik yang dimaksud dengan sistem. Sesuatu dinamakan sistem kalau merupakan suatu kesatuan, memiliki wujud (bentuk) dan berfungsi dalam keadaan sebenarnya. Dalam ilmu pengetahuan, khususnya ilmu hukum juga memiliki sistem. Hukum sebagai suatu sistem sampai sekarang yang dikenal ada 4 (empat), yaitu

  1. Sistem Hukum Eropa Kontinental
  2. System hokum kewarisan
  3. Sistem Hukum Islam
  4. Sistem Hukum Adat

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Cani Abdullah,  Pengantar Kompilasi Hukum Islam dalam Tata Hukum Indonesia, Gema Insani Press, Jakarta, 1994.

Abdul Ghofur Anshori,  Hukum Kewarisan Islam di Indonesia Eksistensi Adabtabilitas, Exonia, Jogjakarta

Abdul Djamali, Hukum Islam, Mandar Maju, Bandung, 1992 Abdul Kadir Muhammad, Hukum Perdata Indonesia, Bandung, Citra Aditya Bakti,1993.

Abdurrahman, Kompilasi Hukum Islam di Indonesia, Jakarta, Akademiko Pressindo,1992.

Abu Dawud Sulaiman Al-Sijijtani,  Sunnah Abu Dawud, Juz III, Beirut: Dar-Fiqr  1.1

Abu Isa Muhammad Bin Isa Bin Saurah Al-Tarmizi, Al-Jamil Al-Sahih Wahua Sunnah Al-Tirmizi, Dar:Al-Fiqr, 1988.

Ahmad Hanafi, Pengantar dan Sejarah Hukum Islam, Bulan Bintang, Jakarta, 1984.

Ahmad Rofiq, Fiqh Mawaris, Rajawali Press, Jakarta, 1993.

Ahmad Rofiq, Hukum Islam di Indonesia, Jakarta, Raja Grafindo Persada, Cet. Ke-1, 1995.

Ahmad Warson Munawir Al-Munawir, Kamus Arab–Indonesia, Yogyakarta, Pondok Pesantren Al-Munawir. 1984

Amir Syarifudin,  Pelaksanaan Hukum Kewarisan Islam Dalam Lingkungan Minangkabau, Jakarta, Gunung Agung, 1984.

Abdul al-Rahman al-Jazari, Kitab Al-Fiqih Mazahib Al-Arba’ah, Juz II, Beirut: Dar Al-Kitab Al-Ilmiyah, 1990.

Ali Hasan, Hukum Waris Dalam Islam, Bulan Bintang, Jakarta, 1981.

Daud Ali, Asas-Asas Hukum Islam, Rajawali Pers, Bandung, 1991.

Departemen Agama Republik Indonesia, Proyek Pengadaan Kitab Suci Al-Qur’an dan Terjemahannya, Surabaya, Mahkota, 1989.

Departemen Agama Republik Indonesia, Proyek Pembinaan Prasarana dan Sarana Perguruan Tinggi Agama Islam, 1986. Eman Suparman, Intisari Hukum Waris Islam, Bandung, Mandar Maju. 1995 Ensiklopedi Nasional Indonesia, PT. Cipta Adi Pusaka, Jakarta, 1988.

Hazairin,  Hukum Kewarisan Bilateral Menurut Al-Qur’an dan Hadist, Tinmas, Jakarta, 1982.  Idris Ramulyo,  Perbandingan Hukum Kewarisan Islam dan Kewarisan menurut

Undang-undang Hukum Perdata, Pedoman Ilmu Jaya,

Jakarta,_______________.

H. Idris Djakfar,  Kompilasi Hukum Kewarisan Islam, Dunia Pustaka Jaya, Jakarta,

Cetakan Pertama, 1995

Jymly Asshiddiqie,  Kedudukan Hukum Islam Dalam Sistem Hukum Di Indonesia,

Pustaka Kartini, Jakarta, 1982.

Mu Al-Adab Al-Muhfrud, Beirut: Dar Al-Kutub Al–Ilmiyah, 1990.

Munawir Sjadzali, Reaktualisasi Ajaran Islam. Dalam Addi Rudiana Arief, Hukum

Islam di Indonesia Perkembangan dan Pembentukan, Bandung, Remaja

Rosda Karya, Cet Ke-2, 1994.

Muslim Maruzi. Pokok-pokok Ilmu Waris. Semarang, Mujahidin, 1989.

Perwadaminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta, 1984.

Pitlo, Hukum Waris Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Belanda, Cet

Ke-2, Terjemahan Muhammad Isa Arief, Jakarta,

Intermasa,__________________.

Rachmad Budiono, Pembaruan Hukum Kewarisan Islam Di Indonesia, Citra Aditya

Bakti, Bandung, 1999.

R. Subekti, Anaka Perjanjian Cet Ke-10 Bandung: Citra Aditya Bakti, 1995. R. Subekti,  Pokok-pokok Hukum Waris Indonesia, Jakarta, Intermasa, 1989.

R. Subekti dan R. Tjitrosudibyo, Kitab Undang-undang Hukum Perdata, Cet ke-25,

Jakarta: Pradnya Paramita, 1992.

Rony Hanitijo Soemitro, Metodologi Penelitian Hukum, Ghalia Indonesia, Jakarta,

1983.

Rony Hanitijo Soemitro, Penelitian Hukum dan Jurumetri,________________.

Saekan Erniati Effendi,  Sejarah Penyusunan Kompilasi Hukum Islam, Penerbit

Arloka Surabaya, 1997.

Sayyid Sabiq, Fiqih Al-Sunnah, Dar’al-Pikr, tt. 1992.

Sudarsono, Kamus Hukum, Jakarta: Rineka Cipta, 1992.

Sudarsono, Hukum Waris dan Sistem Bilateral, Jakarta, Rinika Cipta, 1991.

Surini Ahlan Syarif, Intisari Hukum Waris Menurut Kitab Undang-Undang Hukum

Perdata, Jakarta, Ghalia Indonesia, 1982.

T. M Hasbi Ash Shidiqi,  Fiqhul Al-Mawaris, Jakarta Bulan Bintang,_________________. Wirjono Prodjodikoro, Hukum Waris di Indonesia, Bandung, Sumur, 1983. Yan Pramadya Puspa, Kamus Hukum, Aneka Semarang,_________________.

Yahya Harahap, Kedudukan Hukum Islam Dalam Sistem Hukum Indonesia, Pustaka Kartini, Jakarta, 1989. Kompilasi Hukum Islam. Kitab Undang-undang Hukum Perdata.

Penulis

PRASTOWO HENDARSANTO. SH

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 20, 2011 in BERBAGI, HUKUM

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: