RSS

Semangat anak-anak untuk mencari ilmu dan geliat kehidupan warga Desa Giyombong

16 Mar

putra dan putri Desa Giyombong balik sekolah

“Carilah ilmu sampai ke Negeri Cina”, 15 maret 2011 saat perjalanan tugas ke desa giyombong, kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, “kalau mau ke desa Giyombong mendingan motornya di tinggal aja dan masnya naik ojeg aja, soalnya jalannya nanjak banget dan belum begitu bagus”. begitu tutur pak saiful, ketika saya berhenti dan bertanya arah untuk menuju ke Giyombong, namun ternyata saya jadi penasaran untuk menuju ke desa tersebut. akhirnya saya memutuskan untuk tetap pergi, jalan menuju desa tersebut ternyata sudah memakai cor beton dan sesampainya di tengah-tengah perjalanan ternyata jalannya  sudah mulai jelek cor-coran beton sudah rusak, mungkin akibat banyaknya truk yang melintas daerah tersebut untuk mengangkut getah pinus yang di sadap oleh warga sekitar. (kataku dalam hati)

Sekitar hampir 200 meter ke atas akhirnya sampai juga pada jalan yang di cor beton kembali, namun kondisinya memang sudah banyak yang rusak, semakin keatas semakin menanjak pula jalannya, di kanan kiri hanya terdapat jurang dan tebing-tebing

tinggi,sampai akhirnya kendaraan saya macet akibat mesinnya terlalu panas, sekitar hampir 1 jam saya berhenti dan memperbaiki kendaraan saya, dari kejauhan ada beberapa anak-anak SMP yang baru pulang dari sekolahnya dengan jalan kaki dan kebanyakan dari mereka hanya menggunakan sandal jepit sebagai alas kaki mereka, mungkin juga agar tidak terlalu berat dan mempermudah untuk berjalan di jalan yang menanjak seperti ini.(gumamku dalam hati lagi)

“Kami setiap hari jalan kaki kalau mau kesekolah, berangkatnya terkadang jam setengah 6 pagi, sekolahnya di SMP cependak/cepedak (saya agak lupa nama sekolahnya) hehehe…….”

Begitu kata mereka (putra dan putri asal desa Giyombong). Semangat belajar, semangat mencari ilmu untuk menjadi seorang hamba tuhan yang di sayangiNya adalah pelajaran terbaru dalam kehidupanku, mereka seolah tidak pernah mengeluh, menggerutu, dan putus asa untuk menggepai cita-cita mereka… subhanalloh. Semoga tuhan meninggikan derajat orang-orang yang terus mencari keridhoanNya, dan selalu bersyukur atas nikmat yang telah di berikanNya. Aminnn….

Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (TQS. al-Mujadalah: 11)

“Barang siapaberjalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke syorga”. (HR. Muslim).

“Siapa yang keluar untuk menuntut ilmu maka dia berada di jalan Alloh sampai dia kembali”. (Shahih Tirmidzi)

Tiga puluh menit kemudian akhirnya kendaraanku bisa di gunakan lagi, dan perjalanan menuju ke Desa Giyombong masih sekitar 15 menit lagi, panorama alam yang begitu menakjubkan, aku bisa melihat pemandangan yang luar biasa indahnya. Terasa begitu lama untuk menuju desa tersebut, mungkin karena belum pernah kesana.

“Hadis riwayat Abu Musa ra.: Dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda: Perumpamaan Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung dalam mengutusku untuk menyampaikan petunjuk dan ilmu adalah seperti hujan yang membasahi bumi. Sebagian tanah bumi tersebut ada yang subur sehingga dapat menyerap air serta menumbuhkan rerumputan dan sebagian lagi berupa tanah-tanah tandus yang tidak dapat menyerap air lalu Allah memberikan manfaatnya kepada manusia sehingga mereka dapat meminum darinya, memberi minum dan menggembalakan ternaknya di tempat itu. Yang lain menimpa tanah datar yang gundul yang tidak dapat menyerap air dan menumbuhkan rumput. Itulah perumpamaan orang yang mendalami ilmu agama Allah dan memanfaatkannya sesuai ajaran yang Allah utus kepadaku di mana dia tahu dan mau mengajarkannya. Dan juga perumpamaan orang yang keras kepala yang tidak mau menerima petunjuk Allah yang karenanya aku diutus”. (Shahih Muslim No.4232)

Akhirnaya setelah 15 menit melalui jalan yang menanjak dan rusak sampai juga di desa Giyombong, langsung saja saya mampir kerumah bapak sekdes (sekretaris) desa Giyombong untuk menjelaskan perihal kedatangan saya dan untuk rehat sebentar, di rumah bapak sekdes saya pun banyak mendengarkan cerita-cerita dari beliau.  “Hampir kebanyakan warga disini selain bertani dan berkebun mereka juga bekerja menyadap getah pinus, menyadap nira aren, menanam jahe super, untuk 1 kilo getah pinus harganya sekitar Rp. 1800,00, kadang-kadang setiap setengah bulan sekali mereka mampu mengumpulkan getah pinus 1-2 kwintal getah, kalo setiap bulannya hampir bisa mencapai 5 kwintal getah, menanam jahe super , ini kurang lebih membutuhkan waktu sekitar 8-10 bulan, harga 1 kilonya kalo sekarang mencapai Rp. 10.000,00 kadang-kadang mencapai Rp. 8000,00, setiap satu dompyok (bahasa jawa ngapak orang wanareja, cilacap) bisa mencapai berat kira-kira 1 kilo”. Ujar bapak iswanto (sekdes desa Giyombong sekarang).

“Sudah hampir 5 tahun  kami mengajukan kepada pemerintah perihal perbaikan akses jalan menuju desa kami, tapi belum juga terealisasi sampai sekarang, sebenarnya kami sangat berharap bantuan dari pemerintah, agar akses jalan lebih mudah untuk kelangsungan masa depan kami, putra dan putri kami”. Ujarnya kembali

“Sesungguhnya Allah tidak menahan ilmu dari manusia dengan cara merenggut tetapi dengan mewafatkan para ulama sehingga tidak lagi tersisa seorang alim. Dengan demikian orang-orang mengangkat pemimpin-pemimpin yang dungu lalu ditanya dan dia memberi fatwa tanpa ilmu pengetahuan. Mereka sesat dan menyesatkan”. (Mutafaq’alaih)

Sekitar 2 jam di desa tersebut akhirnya saya telah memperoleh beberapa informasi, pengalaman, dan data yang saya butuhkan, tidak lama kemudian saya langsung berpamitan untuk pulang karena takut kemalaman di jalan, begitu lega dan senang sekali atas pelajaran yang baru saja saya peroleh. Ucap syukur kepada Tuhan yang Maha Esa.

“Menuntut ilmu wajib atas tiap muslim (baik muslimin maupun muslimah)”. (HR. Ibnu Majah)

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 16, 2011 in BERBAGI, CERITA, KABAR DARI DAERAH

 

2 responses to “Semangat anak-anak untuk mencari ilmu dan geliat kehidupan warga Desa Giyombong

  1. Nuri Hidayati

    Oktober 5, 2013 at 9:10 pm

    asoy,,,temen temen aku tuh yang di photo hehe
    nah SMP itu namanya SMP Cepedak BRUNO🙂

     
    • ekofaisalyusuf

      November 30, 2013 at 6:05 pm

      salam hangat mbak nuri,….
      terimakasih telah mengunjungi web sederhana ini,…
      ow,… mbak nuri asli sana juga to?, iya itu pas sewaktu saya lg melakukan penelitian untuk tugas masalah sosial di kab. Purworejo,.. sudah lama sekali,…

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: